Kamis, 15 Agustus 2024

 Komnas HAM Segera Bentuk Tim Dan Investigasi Pembunuhan Pilot Helikopter Asal Selandia Baru, Glen Malcolm Conning, di Alama Kab Mimika Papua Tengah


Pernyataan Simpan Siur Komnas HAM RI, Atas Terbunuhnya Pilot Helikopter asal Selandia Baru, Glen Malcolm Conning, di Alama Kab Mimika Papua Tengah Menimbulkan Berbagai Kontroversi di Kalangan Pengiat HAM dan Warga Indonesia.

Ketua Komnas HAM, Atnike Nova Sigiro, melalui Lembaga Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) "Mengutuk keras serangan terhadap warga sipil dan pembunuhan pilot helikopter asal Selandia Baru, Glen Malcolm Conning, yang dilakukan oleh Kelompok Sipil Bersenjata (KSB) TPNPB OPM di Landasan Bandara Alama, Distrik Alama, Kabupaten Mimika, Papua Tengah pada Senin (5/8/2024)".

Senanda dengan pernyataan Komnas HAM RI tersebut Kombes POL Bayu Suseno, dalam videonya menyatakan Pelaku pembunuhan pilot adalah TPNPB (KKB) berdasarkan pantauannya sendiri tanpa ada kordinasi atau investigasi utuh bersama masyarakat Alama pada Selasa (6/8/2024) sore setelah lakukan visum di RSUD Mimika, dirilis oleh Jubi pada Rabu 7 Agustus 2024.

Pernyataan ini seolah-olah Komnas HAM RI sudah memiliki data faktual yang terjadi sebenarnya di lapangan, sedangkan fakta di lapangan sangat bertolak belakang dengan pertunjukan pelaku menurut Komnas HAM RI di atas.

 Komnas HAM RI tanpa dasar yang kongkrit simpulkan secara sepihak terkait dengan pelaku pembunuh Pilot helikopter tersebut. Harusnya ada data dan bukti fisik disertai dengan keterangan warga dari dua sisi baik dari pihak TNI maupun pihak TPNPB. 

Komisi Nasional Hak Azasi Manusia Republik  Indonesia (Komnas HAM RI) adalah lembaga independen yang dibentuk untuk menegakkan nilai-nilai kemanusiaan dan Hak Azasi Manusia di Republik Indonesia termasuk di tanah Papua.

Dalam hal terbunuhnya pilot Helikopter asal Selandia Baru ini, Komnas HAM RI perlu memahami dan menginvestigasi informasi kebenaran yang ada di lapangan bukan hanya menimbulkan tanpa adanya data faktual.

Salah satu kebohongan yang diungkap adalah, Kombes POL Bayu Suseno, dalam videonya menyatakan "TPNPB melakukan Penembakan terhadap pilot dan Helikopternya dibakar oleh TPNPB" tetapi bukti foto fakta di lapangan Helikopter pilot tidak dibakar.  

Karena di foto tidak ada tanda -tanda helikopter dan pilot di bakar artinya masih utuh. Ini menunjukkan bukti dari kebohongan publik yang dinarasikan oleh lembaga resmi yakni, dari pihak Kasatgas Humas Damai Carstenz di Mimika Papua Tengah.


Kenapa Isi video bisa berbeda dengan fakta berarti rencana awal pilot dan Helikopter harus di bakar namun eksekusi lapangan tidak lakukan, (mungkin mis komunikasi) akhirnya bocor bahwa isi siaran pers video ini tidak sesuai fakta di lapangan.

Menurut Jubir TPNPB Semby Sambon, menyatakan bahwasanya, di wilayah Alama dan sekitarnya tidak ada markas atau aktivitas OPM. TPNPB hari ini beroperasi di bagian wilayah Yigi, Mugi, Yuguru, Paro dan Sekitarnya. Dalam hal ini KOMNAS HAM tidak mampu membatasi dimana aktivitas aktif TPNPB saat ini. Pimpinan TPNPB Egianus Kogoya juga belum melakukan pernyataan pengakuan atas insiden tersebut karena pihaknya masih dalam proses cari tahu siapa dalang dan pelaku sebenarnya. E. K sendiri mengakui bahwa di Alama dan sekitarnya wilayah basisnya, namun dalam waktu-waktu dekat ini tidak ada anggota atau markasnya yang beroperasi di Alama dan sekitarnya, sehingga sangat membingungkan siapa sebenarnya pelaku atas kejadian tersebut.

Baru-baru ini Panglima Operasi Umum TPNPB Lekagak Telenggen secara terbuka dan resmi Membantah pernyataan yang dikeluarkan Komnas HAM RI bahwa pelaku penembakan pilot adalah TPNPB. L. K menyatakan bahwa dari kedua pihak harus lakukan investigasi di lapangan, L. K sendiri juga mengakui bahwa di kecamatan Alama memang ada pos TNI yang dibangun oleh Pemerintah RI. Pihak TPNPB tidak ada beraktifitas di daerah Alama dan sekitarnya sehingga pernyataan Komnas HAM RI ini sangat membingungkan baginya. Sambungannya L.K menegaskan bahwa TPNPB tidak pernah melakukan penembakan terhadap Pilot sekalipun ada pasti ada laporan singkat dari pihak yang lakukannya atau anggotanya.

Hal tersebut menimbulkan suatu Pertanyaan bahwa, Siapa yg  berhak pegang senjata jika tidak ada aktivitas OPM di tempat kejadian? Dan Jika tidak ada Aktivitas OPM di Alama siapa yg lakukan?

Sebetulnya menurut cerita masyarakat setempat sampai dengan hari ini belum bisa memastikan pelaku pembunuh Pilot tersebut dan masih kabur apakah pelakunya TPNPB ataukah TNI? Kesulitan ini ditimbulkan karena jauhnya keberadaan masyarakat di Alama dan beberapa warga yang dievakuasi itupun tidak bisa menerangkan secara utuh yang sebenarnya.

Dari hal ini,  bisa menimbulkan bahwa Komnas HAM RI menjadi korban kebohongan yang disebarkan oleh lembaga Kasatgas Humas Damai Carstenz  Mimika. Sebetulnya Komnas HAM RI melakukan pendalaman informasi dan  lakukan investigasi utuh di lapangan kejadian, bukan hanya mengeluarkan pernyataan tanpa dasar bukti fakta sesuai yang ada  di lapangan.

Hal ini menimbulkan kekhawatiran besar warga Sipil termasuk pengiat HAM terhadap Komnas HAM RI karena lembaga Independen saja menyatakan sikap sepihak secara spontanitas tanpa adanya pertimbangan fakta kebenaran di lapangan. Sangat disayangkan jika Komnas HAM RI tidak menjadi penengah antara berbagai kontroversi atas kejadian ini. Hari-hari ini berbagai macam kontroversi yang timbul sehingga Komnas HAM RI harusnya menjadi penengah untuk mencari lebih jauh agar memastikan kebenaran yang sesungguhnya.

Dari pernyataan Komnas HAM RI diatas penulis  berharap bahwa; 

Pertama, Komnas HAM RI harus jeli dan murni melihat dan mendalami serta membentuk team Investigasi atas kejadian ini,

Kedua, Komnas HAM RI tidak boleh mengeluarkan pernyataan yang tidak sesuai bahkan sebelum lakukan investigasi utuh di lapangan,

Ketiga, Komnas HAM RI membuka diri untuk mencari informasi di berbagai lembaga pengiat HAM Papua dan warga sipil yang berada di lapangan kejadian.


Sumber : 

Hasil Wawancara dan diskusi bersama Masyarakat setempat 

https://jubi.id/rilis-pers/2024/komnas-ham-kecam-keras-pembunuhan-pilot-selandia-baru-di-mimika-dan-desak-penegakan-hukum/

https://seputarpapua.com/view/hasil-visum-jenazah-pilot-selandia-baru-ditemukan-luka-tembak-dan-bacok.html?fbclid=IwY2xjawEe_olleHRuA2FlbQIxMQABHf4OyB6kAly8bxJfHUhopKCFA37j7xmWj-WOx8tnc9Wdj-Bc4sLezAGYiQ_aem_X1pLUF0aEUSSkccMiBfXFg

https://www.facebook.com/share/v/dYPwmV6URSMZvEXN/?mibextid=D5vuiz




Tidak ada komentar: